Jika perpisahan begitu menyakitkan,
Mari bersalin rupa menjadi angin,
Yang tetap bergerak meski dipecahkan udara.
Jika perpisahan begitu mematikan,
Mari berganti warna menjadi hujan,
Yang tetap jatuh dalam sebentukan gerimis meski dipecahkan awan.
Jika perpisahan adalah jarak,
Mari bertukar wajah menjadi pagi,
Yang tetap menghidupi semesta bersama sejumput cahaya matahari meski diceraikan malam.
Sementara, mari lupakanlah rindu. Karena ada masanya kita mesti berjalan sendiri-sendiri di tempat yang berjauhan sebagai dua pengalaman ajaib yang membuat kita lebih mengerti tentang makna saling mengerti.
Sementara, mari nikmati lara untuk meneduhkan hati meski sepi selalu melubangi benteng-benteng yang telah kamu bangun. Karena perpisahan mengajarkan kita banyak hal.
Jangan berhenti di sini,
bergeraklah!
Jika perpisahan begitu menjemukan,
Ingat saja bahwa di depan sana ada perjalanan panjang yang harus kamu tempuh.
Untukmu kemudian menyebrangi garis-garis waktu.
Ada bahagia yang menunggumu dalam bermacam rasa yang mampu terkemas disana.
Sementara itu, jika kamu merasa begitu lemah semoga tulisan ini kembali menguatkan,
bahwa kamu tidak sendirian.
Karena kadang-kadang kita tidak perlu menjadi kuat.
Karena selalu banyak hal yang tidak bisa kita tolak sementara penantian adalah sebuah tempat berdistraksi sementara kamu harus tetap melanjutkan skenario di titik takdir yang telah kamu pilih.
Karenanya,
biarkan saja.
karena selalu ada hal-hal yang harus kita terima meski kita didera luka.
Namun pada saatnya, luka dan sedih mengajarkan kita berjalan lagi untuk mengerti tentang arti bersama.
Namun bukankah kita sudah terbiasa pada akhir?
Yang habis.
Yang terlupakan,
Seperti detik terakhir kamu bicara pada pulsa bernilai nol.
Seperti detik terakhir kamu menikmati lengkungan senja saat tenggelam dalam malam.
Seperti detik terakhir dari rengkuhan mimpi yang kamu sambut dengan biasa saja.
Tidak semua mimpi harus kamu bunuh,
hanya saja tidak semua mimpi berharga untuk kamu hidupkan dengan nafasmu.
Perpisahan tidaklah manis,
Namun tidak juga menyesatkan,
Sementara itu,
mari menunggu,
Sementara itu,
marilah berbahagia dengan benar.
____________________________________________________________
* Ilustrasi lagu oleh Jionara - Pelepasan adalah pertahanan terbaik
