T - E - H
Adalah sebuah kata sederhana yang hanya terdiri dari tiga huruf alphabet.
Tidak ada kaitan apapun antara huruf dan arti dari teh itu
sendiri berapa-kalipun kamu menelaahnya.
Teh hanyalah jenis minuman yang kamu minum ketika derap hujan jatuh perlahan dan mencipta berbagai genangan dipinggiran jalan.
Adalah minuman yang kamu minum ketika kedinginan.
Adalah jenis
minuman yang kamu minum diberbagai suasana.
Namun dari segelas Teh,aku
berimajinasi tentangnya.
Dari segelas Teh hangat, aku mencoba jujur.
Dan aku jatuh cinta.
Coba kau tutup matamu,dan rasakan bagaimana Teh yang kau minum itu terasa dalam lidahmu.
Apakah ia terasa pahit?
Manis?
Atau tak terasa sama sekali?
Dari segelas teh,
kamu akan tahu bagaimana hakikatnya sebuah teh bisa
terasa.
Dari sanalah kau akan tahu dimana tepatnya letak hangat itu,
Dan disaat-saat kamu sadar, kau akan
merindunya ,
mencintainya.
Seperti apa yang sedang aku pikirkan saat
ini.
Mungkin kau akan segera bertanya,
mengapa bisa begitu?
Sederhana..
Karena
Dalam Segelas teh,
kamu seperti sedang membaca ulang semua kalimat.
Karena teh selalu membuatmu Alami,
sebuah investasi yang menyehatkan,
memelihara dirimu seperti cinta seorang ibu.
Lewat secangkir teh yang kamu hirup, kamu seolah sedangmengenang setiap inci perjalan,dan
ketabahan hati setiap saat kamu mengingat kembali bagaimana proses pembuatan teh untuk kemudian ada di dalam cangkir dihadapanmu.
Segelas teh tidak akan pernah menjadi mubazir sebab ia tak sekedar
hanya minuman biasa yang kamu temui di warung makan pinggiran jalan.
Karena teh akan selalu ada menemanimu.
Seperti seorang teman dekat, yang siap menemani setiap perjalanan hidupmu.
Yang siap menghempas keringat dan panas agar hidupmu menjadi lebih mudah.
Yang menghangatkanmu ketika malam mendera gigil disetiap senti kulit tubuhmu.
Yang memberimu perasaan nyaman, ketika sakit atau virus menyerang bagian perutmu.
Segelas teh yang tidak sekedar minuman dalam penampilan sederhana,
dalam warna yang itu-itu saja,
hijau,
coklat sedikit kemerahan,
dengan aroma yang tidak nyata, namun terasa.
Kadang kuat atau
samar-samar.
Sedikit pahit, kadang manis di beberapa bagian.
Namun teh,dalam tampilan sederhananya, mampu menjadi jawara ketika
kamu ingin bicara seperti ibu-ibu arisan yang berkumpul untuk bergosip.
Atau ketika kamu hanya mengantongi beberapa rupiah saja, namun dahaga
begitu memekak mendera.
Dan teh lah yang akan kamu cari,
Karena Teh tidak pernah terlalu mahal untuk bisa kamu sisihkan,
Karena Teh membuatmu mampu menoleh sementara untuk memeluk hangatnya.
Ya..
Aku telah jatuh cinta dengan Teh,
Karena
Aku mencintai akan keramahannya.
Aku merindunya dengan kelembutannya.
Karena..
Teh tidak pernah terlalu tajam,
Tidak pernah terlalu kuat,
Akan mengalir begitu saja masuk kedalam kerongkonganmu.
Seperti Cinta yang tidak kamu tahu,
yang tiba-tiba menatapmu lekat.
Sederhana…