Dear My Younger-Self
Dalam hidup, ada beberapa orang yang harus kita temui untuk kemudian kita tinggalkan;
Ada beberapa peristiwa yang harus kita alami untuk kita lupakan.
Demikianlah!
Hidup memang ditegakkan dengan kemungkinan-kemungkinan macam itu,
Paradoks-paradoks yang ganjil.
Semacam oksimoron.
Barangkali ; Penyesalan-penyesalan yang sebenarnya kita rencanakan melalui sejumlah pilihan takdir yang kita kehendaki.
Seperti salah satu pertanyaan paling klise :
"Mengapa kita harus pernah mencintai seseorang yang pada akhirnya akan kita benci?"
Klise?
Tentu saja!
Juga membuang-buang waktu!
Apa yang salah dengan 'pernah mencintai'?
Apa yang salah dengan 'kita pernah berbahagia'?
Tidak ada!
Barangkali yang salah adalah pilihan kita untuk terjebak dalam kebencian-kebencian yang menggerogoti diri kita sendiri.
Membuat kita bodoh dengan menangisi hal yang sama berkali-kali.
Maka, hai kamu Little Vita! Sudahlah! Lupakan saja!
Seperti yang kita tahu!
Kita selalu gagal menertawakan lelucon yang sama untuk kali kedua atau ketiga, kan?
Lalu,
mengapa kita selalu berhasil menangisi hal yang sama berkali-kali?
Kita harus membunuh kebodohan-kebodohan semacam itu!
Dear Little Menik!
Dalam perjalanan, kita akan menyadari bahwa selalu ada tujuan untuk semua hal yang pernah kita lihat,
semua peristiwa yang pernah kita alami,
semua orang yang pernah kita temui,
semua penyesalan,
kebahagiaan dan kesedihan.
Beberapa hal berguna untuk menguji seberapa kuat kita bisa menghadapi semuanya,
percayalah bahwa semuanya bertujuan untuk mengeluarkan semua yang terbaik dari dalam diri kita.
Sebab, diriku yang sekarang telah mengerti bahwa hidup adalah sebuah karya seni yang penuh dengan warna-warna kontras.
Dalam kegelapan, kita dapat menemukan cahaya, dan dalam kesedihan, ada ruang untuk bertumbuh.
Terima kasih telah ber-evolusi menjadi Vita yang kuat, yang tegar, mungkin masih sesekali cengeng, namun kesemuanya itu telah memperkaya perjalanan kita.
Jadi, mengapa masih berpikir bahwa kita dilahirkan hanya untuk menjadi pecundang? Mengapa harus terus berkubang dalam penyesalan-penyesalan?
Hidup hanya sekali, terlalu singkat untuk selamanya diratapi. Maka rayakan apa saja hari ini!
Mari dekatkan diri kita dengan siapa saja yang membuat kita menjadi manusia berbahagia.
Mereka yang bisa menepuk pundak kita saat tertawa,
Mereka yang bisa menghibur kita di saat-saat sedih,
Mereka yang benar-benar peduli pada kita dan bukan pada diri mereka sendiri.
Dan merekalah orang-orang yang harus kita jaga dalam sisa hidup kita selanjutnya.
Sebab kita sudah tahu,
Semua orang yang kita temui dalam hidup,
selain orang-orang ini, hanya sejenak numpang lewat!
Jadi, adakah yang salah dari sebuah penyesalan?
Mungkin tidak ada.
Barangkali, kita memang harus menghidupkan beberapa jenis penyesalan, untuk kita bunuh sambil tertawa.
Terima kasih Little Itong, Vita, Menik, Ita!
Darimu kita telah menyelami samudera cerita bersama dan berlayar dengan kapal kita sendiri.
Mungkin kapal kita hanya kapal kecil dengan layar compang-camping,
Mungkin cerita kita bukan cerita luar biasa, dan ketika kita tiada pun mungkin kita tetap bukan siapa-siapa. Namun segala di dunia adalah esensi fana. Hadir hanya sementara. Datang hanya untuk mengasah rasa.
Inspired from : IU - My Old Story