Ada pagi biru, bersatu dengan rona keemasan yang ikut
direkahkan oleh matahari. Menghadirkan burung yang terbangun. Kemudian
membangunkan juga seisi mahluk hidup yang kebetulan berada di kota dan dunia
yang sama tanpa terkecuali. Ada embun pagi yang menetes diantara daun dan dahan
pohon kemudian sedikit demi sedikit menghilang diantara panasnya suhu udara. Ada
sepasang pria dan wanita yang tertidur berpelukan sepanjang malam seakan takut
tertelan kesendirian. Ada perempuan yang sedang terduduk lesu menyadari bahwa
bumi telah berganti hari. Ada pria yang menyerah kepada mimpi dengan tidak
meninggalkan inci demi inci kubikel gedung dan mengabaikan pagi.
Pagi tumbuh menetaskan berbagai harapan yang mampu untuk
setiap orang impikan. Kita semua sepakat bahwa untuk menjalankan hidup perlu
mimpi dan pengharapan namun bukan Cuma untuk diharap-harapkan kemudian malah
tersembunyi di sudut jalan. Selalu ada doa akrab dan sederhana ikut menemani
pagi. Hanya dua menit bersemedi, kita ikut menjumlah hari dan mengetuk pintu jiwa sekencang-kencangnya.
Pagi hanya berjalan mengikuti alurnya saja, yang perlu kita lakukan adalah
berjalan bersamanya. Bukan membelakangi juga tidak mendahului.
Aku adalah perempuan yang kadang menghiraukan pagi. Aku tahu
ketika pagi datang tapi Cuma sekedar tahu tanpa benar-benar dihayati. Selalu
ada fragmen melankolis nada minor di pagi hari. Setiap hari hanya
itu-itu saja yang mampu terbeli.
Siapa sih gue?
Cuma sekedar bertanya pada pagi, seolah pagi punya banyak
jawaban seperti sebuah jawaban lewat internet yang gampang dicari. Namun pagi
pun tidak segera menjawab. Ia hanya diam dan bergerak bersama udara khas pagi.
Ada banyak rasa yang Cuma bisa dinikmati sendiri dan membiarkannya tetap tumbuh
sehat dalam diri.
Aku Cuma ingin pagi lebih bersahabat dengan mimpi yang
sengaja aku siapkan di malam hari.
Aku ingin cerita di pagi hari yang lebih nyaman untuk aku
ceritakan dikemudian hari. Ada banyak warna pagi yang tidak pernah tersembunyi.
Tapi ada warna hati kita terrefleksi di satu pagi yang mampu membuat terang siapa saja
dan layak untuk dicemburui.
Aku jatuh cinta hari ini, dan pagi menceritakannya lewat
angin yang berkamuflasi menjadi kembang api.
Aku jatuh cinta padamu yang terlihat di pagi hari, dan bisa
aku temui kemudian pada malam hari.
Bukan Cuma jatuh cinta pada foto-fotomu yang bisa di
rekayasa. Aku jatuh cinta di pagi hari yang mampu membuatku teriak kegirangan.
Karena pagi ada untuk nafas kembali melega

