pengabdi momen. imajinasi. catatan dalam lamunan. dan disini adalah dimana ia bercerita.
Saturday, March 28, 2020
Kita di hari Minggu
Kita di hari minggu,
Seperti senyum embun pagi yang meleleh oleh rekahan matahari.
Kita di hari minggu,
Seperti secangkir kopi di pagi hari yang kita nikmati uapnya.
Seperti perjalanan rasa yang mungkin kamu ketahui,
Namun belum kamu mengerti.
Kita di hari minggu,
Seperti senyum
Seperti hidup
Seperti cinta
Tidak sempurna,
Tapi indah begitu adanya.
Hening Pagi
Pada pagi hari,
Tuhan senantisa berkeliling merawat segenap ciptaannya dengan cermat dan hati - hati tanpa memperhitungkan hari.
Tuhan merawat segala yang kita kenal.
Yang pernah kita kenal,
dan juga yang tidak akan pernah bisa kita kenal.
Tanpa kecuali....
Bitter - Sweet
Seperti hidup yang tidak selalu berkolerasi dengan kesenangan.
Terkadang sesuatu yang pahit belum tentu pertanda buruk.
Begitu pun rasa manis,
belum tentu selalu lebih baik.
Karena hidup penuh dengan kejutan-kejutan yang akan mempertemukan kita ke destinasi dalam rasa apapun yang mampu kita kemas.
Entah pahit.
Entah manis.
Untuk Gallura
Tetaplah duduk dipangkuanku.
Karena akan selalu ada peluk dan ciumku disana.
Tetaplah duduk dipangkuanku,
Karena akan ada tawa dan tangis yang menemani hari-hari kita.
Dan akan ada kau yang mencintaiku dengan caramu, dan aku yang mencandumu.
Akan ada kutuk dari setiap pisah kita walau sesaat.
Aku lah jendelamu dalam rangkai kayu,
Aku hujanmu tanpa aroma petrichor di dinding sendu,
Jadi tetaplah duduk dipangkuanku,
Mari pilin semua kita, bersama laju waktu.
Perjalanan #3
Ada pepatah bijak yang berkata :
"Jangan selalu melihat keatas karena bisa jadi kamu akan tersandung.
Sesekali turunkan pandanganmu kebawah supaya tak terjatuh".
Sekalipun itu klise terdengar, tapi itu penting.
Karena pepatah bisa jadi pemandu jalan.
Namun,
Terkadang kamu pun perlu sesekali melihat keatas saat berjalan.
Ada langit disana,
begitu luas sampai batasnya dengan bumi hilang.
Bisa kamu nikmati jingganya senja,
Lengkungan pelangi penuh warna,
Ada bintang yang seolah-olah berada di satu bidang.
Namun jangan kamu habiskan waktu terus melihat ke arah langit,
karena ada matahari yang menyilaukan.
Bisa jadi kamu akan histeris untuk hal hal yang tidak dimengerti.
Sesekali,
kamu pun harus menurunkan pandangan.
Karena ada jejak - jejak kaki membelah di atas tanah.
Ada genangan air setelah hujan dan kamu bisa bermain main,
Melompat menghindari atau malah kecipratan.
Ada rumput hijau lembut yang siap menangkapmu ketika terjatuh,
atau sekedar duduk duduk dengan kaki meringkuk.
Bergerak menjauh untuk menghindari adanya paku, kerikil dan batu besar di jalan yang siap menghentikan langkahmu ke depan.
Setiap jenjang memiliki dunia sendiri.
Dan kadang kadang kita tetap harus menyamakan pandangan,
ke depan,
ke samping atau ke belakang.
Karena setiap pandangan selalu mengaburkan,
karenanya jangan biarkan matamu yang menentukan arah.
Karena bisa jadi kau akan tersesat.
Biarkan lah hatimu yang memutuskan ingin pergi kemana,
Kali ini biarkan hatimu yang jadi jangkar dari setiap langkah yang kau buat.
Kita perlu tahu segala hal dalam pandangan-pandangan yang berbeda.
Buka matamu selebar-lebarnya,
Seluas-luasnya..
Lihat semua dari segala sisi dan sudut.
Atas
bawah
depan
belakang
samping.
Karena pandang-pandangan itu akan menemanimu berjalan.
Karena apa yang kita lakukan sekarang masih tentang perjalanan, Kan?
Pic by : me
"Jangan selalu melihat keatas karena bisa jadi kamu akan tersandung.
Sesekali turunkan pandanganmu kebawah supaya tak terjatuh".
Sekalipun itu klise terdengar, tapi itu penting.
Karena pepatah bisa jadi pemandu jalan.
Namun,
Terkadang kamu pun perlu sesekali melihat keatas saat berjalan.
Ada langit disana,
begitu luas sampai batasnya dengan bumi hilang.
Bisa kamu nikmati jingganya senja,
Lengkungan pelangi penuh warna,
Ada bintang yang seolah-olah berada di satu bidang.
Namun jangan kamu habiskan waktu terus melihat ke arah langit,
karena ada matahari yang menyilaukan.
Bisa jadi kamu akan histeris untuk hal hal yang tidak dimengerti.
Sesekali,
kamu pun harus menurunkan pandangan.
Karena ada jejak - jejak kaki membelah di atas tanah.
Ada genangan air setelah hujan dan kamu bisa bermain main,
Melompat menghindari atau malah kecipratan.
Ada rumput hijau lembut yang siap menangkapmu ketika terjatuh,
atau sekedar duduk duduk dengan kaki meringkuk.
Bergerak menjauh untuk menghindari adanya paku, kerikil dan batu besar di jalan yang siap menghentikan langkahmu ke depan.
Setiap jenjang memiliki dunia sendiri.
Dan kadang kadang kita tetap harus menyamakan pandangan,
ke depan,
ke samping atau ke belakang.
Karena setiap pandangan selalu mengaburkan,
karenanya jangan biarkan matamu yang menentukan arah.
Karena bisa jadi kau akan tersesat.
Biarkan lah hatimu yang memutuskan ingin pergi kemana,
Kali ini biarkan hatimu yang jadi jangkar dari setiap langkah yang kau buat.
Kita perlu tahu segala hal dalam pandangan-pandangan yang berbeda.
Buka matamu selebar-lebarnya,
Seluas-luasnya..
Lihat semua dari segala sisi dan sudut.
Atas
bawah
depan
belakang
samping.
Karena pandang-pandangan itu akan menemanimu berjalan.
Karena apa yang kita lakukan sekarang masih tentang perjalanan, Kan?
Pic by : me
Perjalanan #2
Barangkali,
Tidak semua kaki melangkah selalu punya tujuan.
Mungkin saja mereka hanya ingin mencipta jejak,
Tanpa tahu akan berhenti dimana.
Pic by : me
Perjalanan #1
Terkadang kita perlu berjalan seperti air dan udara,
Karena mereka tidak pernah takut tersesat.
Mengalir dan berhembus kesana-kemari tanpa pamrih.
Mereka tidak pernah takut terperangkap.
Bahwa mereka lah yang mendekap.
Seperti garis yang tidak pernah bisa kamu tepis,
Mereka seperti sebuah sasaran sekalinya kamu tersekap,
Dan mereka selalu punya ritme tertentu seolah berhak mencuri waktumu untuk menonton hujan,
Atau untuk menghempaskan beban ketika bertukar udara,
Dan berjalanlah seperti air dan udara,
Sederhana dan bijaksana dalam balutan kejujuran yang sudah terias sedemikian rupa.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Lembayung Laut Biru
Ada nama yang tidak sekadar dipanggil -- ia diseru. Dipanggil bukan hanya oleh sua...
-
Apa kamu pernah dengar tentang fusion di Dragon Ball? Yaitu saat dua orang dengan kekuatan yang seimbang, berdiri saling berhadapan, meny...
-
Seperti biasa. Kita diam kali ini, hanya duduk duduk saja di taman kota sambil memandangi senja yang mulai merona jingga. ki...






