Tuesday, August 21, 2012

Seperti biasa.
Kita diam kali ini, hanya duduk duduk saja di taman kota sambil memandangi senja yang mulai merona jingga.
kita diam,tanpa bicara.
berharap salah satu dari kita memulai suara, walaupun dengan bahasa basa-basi.
‘cuaca cerah hari ini’ demikian katamu.
sedetik kemudian kita diam lagi.
merasakan degup jantung sebagai nada kita saling bicara.
berpurapura kita terpekur diam dalam pikiran masing-masing.
menyelami alam tanpa derik notasi dalam rongga dada.
perdetiknya kita nikmati dengan suara-suara yang cuma kita yang tahu
Seperti biasa!
kita saling bicara dalam sunyi.
‘sunyi itu lebih baik,karena bukan keramaian yang akan bicara,tapi kita belajar mendengarkan hati. setidaknya akan terdengar lebih jujur. lebih dari yang kita mau’
katamu lagi di senja berikutnya.
lewat sunyi ketika senja itu, kita seperti mampu mengelana jauh. dan kita menikmatinya seolah sudah terbiasa.
Dan ketika sore menjemput warna jingga,dan langit terlihat lebih genit dari biasanya.
sunyi mampu menerima suara, bahkan sangat nyata ketika kamu menitipkan rindu lewat angin untuk sampai ketelingaku.
Dan seperti biasa,
aku jatuh cinta.
kepada kamu yang sejarak genggaman
dan ada bukan hanya sebatas kata.

No comments:

Post a Comment

Lembayung Laut Biru

                                                          Ada nama yang tidak sekadar dipanggil -- ia diseru. Dipanggil bukan hanya oleh sua...