Tidak ada kisah yang tidak dapat kita
ceritakan...
Setiap kata adalah embrio dari sebuah makna
rasa yang bertumbuh begitu kuat dan mengikat dan menjadi satu paket sempurna
yang harus dibagi.
Lalu kata akan membelah dirinya menjadi alur
integral, kemudian mencipta interaksi dalam relevansi cerita menjadi sebuah
rangkuman perjalanan rasa.
Hingga setiap rasa tidak hanya akan menjadi tamu
yang mengetuk pintu, namun bersarang menjadi sepasukan kupu-kupu yang siap
mengepakkan sayap untuk mengurai rasa menjadi rindu.
Sekali-kali, cerita – cerita itu selalu hadir
bersama potongan emosi.
Seperti sebuah pengalaman yang membawamu membumbung
tinggi di awan, dan terkadang menghempaskanmu ke bawah dengan cepat.
Memaksamu
melepaskan genggaman tangan dan ikut menghilang sejenak untuk mempersiapkan
hati yang akan membawamu ke perjalanan berikutnya.
Sebuah perjalanan yang
bergerak perlahan untuk merasakan energi dan adrenalin terstimulasi, terpompa
dan termanifestasi dalam berbagai wujud.
Makna akan rupa – rupa rasa yang membuat hati
terus menagih untuk menikmatinya lagi dan lagi.
Sebuah rasa yang menjadi candu
bagi jiwa. Racun yang tak butuh penawar.
Suplemen hati yang bebas dikonsumi
tanpa khawatir overdosis. Rasa itu tak
hanya melulu mengenai cinta yang bahagia, karena kebahagiaan dan
ketidakbahagiaan adalah sebuah integrasi interval yang semuanya bercampur aduk
di kotak – kotak hati.
Bahwa cinta adalah bentukan dari keadaan yang rentan
perubahan. Namun wujud berbeda – beda mengenai rasa akan menghubungkanmu dengan
yang tak berwujud, yang kemudian mengizinkanmu mengikatnya semua menjadi sebuah
lansekap terbesar di dinding atma dengan segala wajahnya.Seperti sebuah
retorika panjang untuk menggenapi diri dalam menapaki waktu.
Untuk kemudian
belajar merubah gagu menjadi salinan rindu dalam sebuah adegan filantropi
pribadi nan magis. Hingga rasa yang sempat mati, mampu meraba jalannya kembali.
Dan memberi banyak kesempatan pada rintik - rintik gerimis untuk melenturkan
hati dan menemukan autentisitas yang selama ini kau cari – cari.
Seperti di satu sore itu....
Di satu sore ketika wangi petrichor teradu
bersama bebulir hujan yang jatuh perlahan untuk memeluk rindunya pada tanah dan
rumput - rumput.
di sore itu, ada seseorang yang menunggu untuk membagi gerimis menjadi sebuah puisi.
Seseorang yang akan memecah kasih dan menghantarkan belahan dirinya untuk kau nikmati keluarbiasaanya dalam hal – hal biasa.
Ada seseorang yang akan mengingatkanmu lagi tentang tutur kata sebuah kisah permainan panjang sang kama tanpa bisa kau bendung .
di sore itu, ada seseorang yang menunggu untuk membagi gerimis menjadi sebuah puisi.
Seseorang yang akan memecah kasih dan menghantarkan belahan dirinya untuk kau nikmati keluarbiasaanya dalam hal – hal biasa.
Ada seseorang yang akan mengingatkanmu lagi tentang tutur kata sebuah kisah permainan panjang sang kama tanpa bisa kau bendung .
Di satu sore ketika hujan saat itu,
Ketika langit di atas kepala mendadak padat oleh titik – titik cahaya. Ketika awan di langit berserak membentuk formasi yang indah dimata, ada seseorang yang merelakan nyawanya demi sebuah kebenaran akan keberadaanmu. Dalam setiap rupa, suara, dan jejak hidupnya, degup itu adalah salah satu alasan ia berjalan untuk terus menemukanmu. Sebagaimana semua adalah bentuk hibridasi dari kata, rasa, dan cinta. Hingga saat penggenapan itu terlahir, di inti detik selanjutnya tercipta juga nada lagu dari kisah – kisah yang saling tercermin dengan kehidupan manusia sejak dahulu kala mengenai jiwa yang menemukan dirinya ada di dalam dirimu. Sebuah kisah sederhana, namun lewat kesederhananya itu lah yang membuat dirinya tak berjarak.
Hingga benar – benar terasa.
Benar – benar dekat.
Ketika langit di atas kepala mendadak padat oleh titik – titik cahaya. Ketika awan di langit berserak membentuk formasi yang indah dimata, ada seseorang yang merelakan nyawanya demi sebuah kebenaran akan keberadaanmu. Dalam setiap rupa, suara, dan jejak hidupnya, degup itu adalah salah satu alasan ia berjalan untuk terus menemukanmu. Sebagaimana semua adalah bentuk hibridasi dari kata, rasa, dan cinta. Hingga saat penggenapan itu terlahir, di inti detik selanjutnya tercipta juga nada lagu dari kisah – kisah yang saling tercermin dengan kehidupan manusia sejak dahulu kala mengenai jiwa yang menemukan dirinya ada di dalam dirimu. Sebuah kisah sederhana, namun lewat kesederhananya itu lah yang membuat dirinya tak berjarak.
Hingga benar – benar terasa.
Benar – benar dekat.
Seperti perasaan ibu yang memiliki cinta luar
biasa terhadap anak – anaknya, kemudian berpindah menjadi seorang pecinta akut
yang melipat rindunya dengan sempurna, kemudian kembali menghayati perasaan
gadis biasa yang menjadi luar biasa ketika menemukan belahan dirinya di badan
oranglain.
Sesaat kemudian, aku sadar.....
bukankah itu semua cerita yang ada di sekitar kita?
Bukankah itu kita?
bukankah itu semua cerita yang ada di sekitar kita?
Bukankah itu kita?
Seperti sore itu,
saat - saat dimana kau bersedia turun dari kapalmu untuk menjemputku untuk bersama menyusuri tempat – tempat baru dan seru. Lalu disaat – saat yang tepat, gelombang itu datang dan akan terasa seperti ombak yang memeluk erat kaki kita, mengajarkan kita berlepas dari gigir pantai menuju laut untuk menyelami keadalaman makna.
saat - saat dimana kau bersedia turun dari kapalmu untuk menjemputku untuk bersama menyusuri tempat – tempat baru dan seru. Lalu disaat – saat yang tepat, gelombang itu datang dan akan terasa seperti ombak yang memeluk erat kaki kita, mengajarkan kita berlepas dari gigir pantai menuju laut untuk menyelami keadalaman makna.
Dan akhirnya setelah sekian lama dua tubuh
kita bernafas bersama, bergerak bersama, merasa bersama. Kau telah begitu dekat
bahkan bersatu dengan tubuhku. Dan perjalananmu bukan hanya menuju dekapku
saja, karena kita masih akan terus berpetualang
untuk menentukan arah yang akan mengubah kita di akhir cerita. Mengubah semesta rasa. Karenanya ingin aku
rangkul semua dengan hati.
Jadi..
Kemasi hatimu,
Lalu menetaplah disini.
No comments:
Post a Comment