Saturday, March 28, 2020

Untuk Gallura



Tetaplah duduk dipangkuanku.


Karena akan selalu ada peluk dan ciumku disana.


Tetaplah duduk dipangkuanku,


Karena akan ada tawa dan tangis yang menemani hari-hari kita.



Dan akan ada kau yang mencintaiku dengan caramu, dan aku yang mencandumu.

Akan ada kutuk dari setiap pisah kita walau sesaat.

Aku lah jendelamu dalam rangkai kayu,

Aku hujanmu tanpa aroma petrichor di dinding sendu,

Jadi tetaplah duduk dipangkuanku,

Mari pilin semua kita, bersama laju waktu.

No comments:

Post a Comment

Lembayung Laut Biru

                                                          Ada nama yang tidak sekadar dipanggil -- ia diseru. Dipanggil bukan hanya oleh sua...