Anakku Hening Gallura Pagi,
Jika ada yang bertanya padamu, apa artinya tumbuh dewasa?
Jawablah, kedewasaan adalah tercapainya keseimbangan batin di mana akal pikiran bekerja dengan emosi untuk saling mengontrol dan membenahi proporsinya satu sama lain.
Saat kita harus marah, marahlah, tapi lantas pikirkan baik-baik bahwa kemarahan bisa merusakkan.
Kalau bersedih, menangislah, tapi lantas pikirkan baik-baik bahwa kesedihan yang panjang hanya akan membuang-buang waktu dan energi.
Kalau berbahagia, tertawalah, tetapi pikirkan baik-baik bahwa saat kita tertawa berlebihan barangkali tetangga kita sedang sangat bersedih atau kesepian.
Kita bisa melakukan dan memutuskan segala hal sesuai kehendak pikiran kita, tetapi jangan abaikan perasaan-perasaan ; suara-suara yang membisikkan kelembutan dan kepekaan hati dan nurani masing-masing kita.
Marahlah sampai kita tahu bahwa kemarahan kita serba berlebihan dan merusakkan, menangislah sampai kita tahu bahwa pada saatnya kita harus berhenti dan melanjutkan kembali semuanya.
Tertawalah sampai menangis.
Menangislah lalu kembali tertawa.
Kadang-kadang kita harus merasakan semua itu sampai pada batas-batas terjauh.
Lakukanlah!
Puaskan dirimu.
Kelak, suatu hari,
kita akan tahu bahwa untuk melakukan semuanya kita tak perlu sejauh itu.
Manangislah saat bersedih, lalu sudah.
Marahlah saat harus marah, lalu sudah.
Tertawalah saat berbahagia, lalu sudah.
Hidup sadar adalah saat pikiran dan emosi kita perlakukan secara adil sesuai dengan daya hidup yang kita miliki dan hidup yang sedang kita hadapi. Itulah adil.
Untuk adil, kita harus tahu batas-batasnya. Hakim yang adil adalah hakim yang mengetahui batas-batas.
Tapi, tentu saja tak usah sering-sering main-main ke perbatasan terjauh, cukup sesekali.
Karena kita juga akan tahu dengan sendirinya bahwa berjalan, atau berlari, sampai ke perbatasan terjauh sungguh melelahkan; baik menangis, marah, tertawa, atau apapun.
Pikiran dan perasaan selalu berkehendak melampaui batas, itulah sebabnya Tuhan menciptakan mereka berpasangan: Untuk saling mengontrol dan membenahi proporsinya satu sama lain.
Itulah makna menjadi dewasa.
Namun Nak,
Jangan dewasa terlalu cepat.
Jadilah seperti dirimu apa adanya.
Dewasalah nanti-nanti.. jika kamu telah siap!
(13072023 : Tigapagi)
No comments:
Post a Comment