Tuesday, August 21, 2012

A Shoulder To Carry On

Kamu pernah dengar, kalau bahu kita tercipta dan mampu bercerita?
Selayaknya telinga yang mampu merekam bermacam-macam suara dan kemudian akan tersimpan disatu sisi otak dan membuatnya menjadi serupa kenangan.
Selayaknya mulut yang mampu merangkai berbagai dongeng tentang hidup.
Bahu memang berfungsi penyanggah tubuh kita agar mampu berdiri tegak,
akan tetapi jika kita mau mendengar lebih seksama. bahu pun punya cerita.
Cerita yang mungkin lebih menggerakan hati dibanding cerita melankolis lainnya,
Hampir mirip seperti ketika kamu menonton acara reality show.
bedanya, ini lebih nyata karena berhubungan langsung dengan diri kita.
Bahu kita nyata-nyata menyimpan berbagai hal,
Ada rasa sakit,
ada beban berat yang harus diemban.
Semacam memori yang menyimpan berbagai momen kenangan yang sejalan dalam ingatan.
Diatas bahu kita tersimpan berbagai hal, baik masa lalu yang tersimpan rapi
Ada juga kenangan yang tersembunyi di sela-sela dan dengan sengaja tertinggal disana
Jika kamu ingin benar-benar tahu kisah ku, atau kisah mereka yang terlihat misterius.
Yang perlu kamu lakukan adalah mendengar dalam hening sambil menatap lekat diantara bahu mereka.
Karena tanpa kalian ketahui, disanalah sumber setiap cerita yang tersembunyi.
Ia mungkin tidak menyimpan gambar rupa akan tetapi sosokmu telah terlukis juga kejadian yang sempat terbuang sebelumnya.
Kita memiliki bahu yang mungkin sengaja terdiam. agar kita mampu mendengar ketika sunyi, agar kita tidak merasa ramai ketika bahu kita menyampaikan cerita satu persatu.
Selain itu bahu kita pun tercipta agar mampu menahan banyak beban dengan gagah berani.
Dan akan ada bahu-bahu lainnya yang tercipta agar kita bisa saling menguatkan seperti dua medan magnet yang saling tarik menarik, saling mengisi disetiap kekosongan.
Bahu adalah pondasi terkuat, yang bisa menguatkan hati juga pikiran kita.
akan tetapi bahu bisa membuat nyaman ketika kita didera kelelahan yang membuat kita mampu menyadari bahwa hidup tidak selalu baik-baik saja.
jadi,
apakah kamu sudah dengar bahumu bercerita?
jika belum.
berhentilah bertanya.
dan dengarkan ia

No comments:

Post a Comment

Lembayung Laut Biru

                                                          Ada nama yang tidak sekadar dipanggil -- ia diseru. Dipanggil bukan hanya oleh sua...