Tuesday, August 21, 2012

KOPI-- *my version*

Kopi adalah jenis minuman lainnya yang tentunya sangat akrab untuk kalian semua kan?
Ya..
Karena kopi diciptakan oleh Tuhan untuk kita yang dinamis. Kopi berasal dari biji-bijian kokoh,yang digarang dengan arang,namun justru malah memanjakan kita dengan cita rasanya. Rasa kopi sendiri beragam,dengan performa warna hitam pekat,atau sedikit berwarna coklat karamel yang tidak pernah menjemukan. Kau tahu mengapa?Karena kopi memiliki ciri khasnya.Ada yang kuat,samar-samar,sedikit creamy, ada yang lembut, namun ada pula yang tajam.
Terkadang aku memadukan rasa kopi dengan karakter setiap orang. Karena kupikir setiap cangkir kopi yang dibuat,memiliki rasa berbeda-beda. Hampir sama dengan arti manusia secara harfiah. Yang kadang merasa berbeda,namun sebenarnya manusia tetaplah manusia. Begitu pula dengan kopi, seperti apapun kau menyajikannya,kopi tetaplah kopi. Ia akan tetap memiliki rasa pahit. Ia akan tetap dikaitkan dengan hitam arang.
Karena terlalu seringnya mengkaitkan keanekaragaman rasa kopi dan jenis-jenisnya,mungkin dengan itu lah yang menyebabkan aku menjadi pembaca karakter dan observator yang yah..hampir mendekati benar,walaupun tak jarang meleset pula. Namun lewat secangkir kopi dan jenisnya, membuat aku mulai berinteraksi dengan makna. Dan inilah aku yang memaknai secangkir kopi.
Kopi memang selalu tersaji dalam cangkir dengan cairannya yang berwarna hitam pekat. Dan akan selalu begitu. Namun apapun bentuk,warna dan penyajiannya, kopi adalah kopi. Kita mampu mengenalinya dari aroma. Dan kita mengenalinya lewat rasa pahit yang tidak pernah dapat disembunyikan,berapa pun banyak gula yang kau masukan.
Karena..
Kopi akan selalu statis dan idealis berwarna hitam dilingkungan yang serba tidak serupa. Ia tidak pernah takut untuk sendiri, dan kesendirian membuatnya kuat.
Ia tidak pernah ingin serupa sama karena meski ditakdirkan berbeda-beda, ia akan selalu memiliki ciri khas yang membedakannya. Ciri khasnya dengan aroma. Ciri khasnya dalam olahan rasa.
Karena kopi selalu tegas berani berwarna hitam, sendiri, berjelaga, namun banyak yang merinduinya ketika tak ada.
Bahwa kopi selalu berpendirian,meski dicampur aduk dan disamaratakan, ia akan tetap istimewa.
Bahwa kopi selalu terlihat sempurna dalam berbagai suasana, dengan apapun ia diberi nama.
Bahwa kau harus mencari ketempat yang tepat, untuk menikmatinya, karena kesempurnaanya.
Bahwa Kopi itu seperti cinta yang kuat yang tidak pernah pudar,meski bercampur aduk dalam rasa berbeda-beda.
Bagiku,
Kopi adalah serupa sahabat lama yang meski kau tak menyadarinya, ia akan selalu ada. Menemani malammu untuk terjaga. Menemani dalam berbagai aktivitasmu yang melelahkan. Untuk melegakan sedikit pikiranmu ketika terlalu penat dalam berbagai konsep kehidupan.  Yang menemanimu berjibaku dalam pergulatan batin. Yang menjadikan isnpirasi dan selalu memiliki hubungan yang jelas antara aku dan rasa kopi yang kemudian diikat oleh seutas perasaan mutual.
Karena dalam secangkir kopi, kau seperti dibiarkan tumbuh dalam keteraturan rasa. Namun kau tak dibiarkan untuk terlalu banyak menikmatinya, karena detak dalam jantungmu akan memacu kencang, dan kau akan kelelahan.
Karena meski kau mencoba untuk terhindar, namun kau akan dapat merasai kehadirannya. Karena kopi selalu sempurna ada dalam setiap inci kehidupan.Meski dalam warna sama, rasa berbeda, namun lewat secangkir kopi kau akan menilai banyaknya hidup yang kadang terlewatkan.
Lewat secangkir kopi, kau seperti merekatkan jemari dan berjalan bergandengan,karena ia selalu hadir dalam berbagai aspek sosial. Menjelma berkelompok, namun tak pernah ragu meski sendirian.
Secangkir kopi itu seperti mengulang kata di kepalamu sebagai kekasih impian, sang inspirasi bagi segala mahakarya yang termuntahkan. Melahirkan seni maestro dalam secangkir kopi.
Dan ya,
Aku telah memuja kopi..
Karena
Aku memuja kesempurnaanya
Aku memuja keragaman rasanya.
Aku memuja pendiriannya,
Meski ia ingin selalu terlihat dalam balutan sempurna,
Meski ia memiliki keterbatasan,
terbatas dalam warna, terbatas dalam aroma, terbatas dalam rasa yang berbalut pahit, namun dinanti.
Seperti cinta dalam perjuangan yang tidak boleh sia
Sempurna


No comments:

Post a Comment

Lembayung Laut Biru

                                                          Ada nama yang tidak sekadar dipanggil -- ia diseru. Dipanggil bukan hanya oleh sua...