Ahh!!
Aku rindu kamu!
'Rindu setengah mati??' tanya mu.
Well!
Bukan sih..
Sebenarnya rindu ini lebih dari sekedar setengah mati.
'Rindu yang menggebu kalau begitu?' tanya mu lagi.
Bukan juga.
Jangan tanyai aku rindu apa ini, karena aku sendiri ga tahu persis apa macamnya.
Aku sudah mati terhadap berbagai kemungkinan dari bentuk rindu yang satu ini.
Tapi biar aku beri tahu, kalau rindu ini sudah berhasil membuatku warawiri, kesanakemari berharap siap dibagi.
Rindu ini sudah tidak mengarah kepada asumsi-asumsi yang sudah kubangun sedari tadi.
Rindu ini sudah tidak logis dan tidak memiliki daya pretensi nyata.
Rindu biasa yang bisa membuat satu sama lain jadi luar biasa.
Tapi kusembunyikan dengan rapat.
Entah tersimpan dimana,mungkin di hatiku yang paling kanan,kiri atau keseluruhan.
Rindu yang ikut juga mengiringi langkah kecilku untuk mencapaimu. untuk segera siap menyergapmu.
Rindu yang entah seperti apa, tapi selalu berhasil membuatku selalu bilang iya. terhadapmu.
Entahlah rindu apa ini.
Rindu yang tidak terselesaikan oleh hati kita masing-masing.
Rindu yang tidak bisa dijelaskan hanya lewat presepsi waktu
Rindu yang bermuara pada ekspektasi untuk saling menuntaskan.
Sebuah rindu yang sulit untuk kita gantungkan bersama, untuk mengecapnya dihari kemudian.
Bisa jadi ini adalah rindu yang kamu sebut tadi itu, jika memang bisa kita uraikan.
Atau bisa jadi sebuah rindu yang menuju satu titik kepada kamu untuk membuat garis panjang tak terputus hingga kamu tidak perlu bertanya rindu macam apa ini.
Atau juga bisa saja rindu ini adalah endapan dari apa yang kita alami kemudian agar kita mengerti isi hati kita masing-masing.
Menceritakan rasa yang sudah terekat kuat di urat nadi.
Sebuah rindu yang ingin tersampaikan dan kemudian berbagi tanpa harus diam.
'Jadi ini rindu apa?' lagilagi kamu bertanya.
Coba biar aku jelaskan sekali lagi.
Aku rindu waktu kita berbincang-bincang sambil menyesap kopi di sore hari.
Berkelakar tentang macam-macam, atau berdiskusi tentang banyak hal mengenai hidupmu, mimpimu, masa lalumu,kebahagiaanmu, pandanganmu,semuanya. Yang kemudian diakhiri dengan toyoran di kepalaku serta tawa khas mu yang cuma aku yang tahu.
dan kesemuanya itu sudah kusimpan rapat-rapat di satu kotak memori yang bisa aku buka semauku tanpa harus izin dulu.
Aku rindu waktu kita berjalan-jalan tanpa arah,dan berakhir di suatu tempat dimana entah tapi terasa benar dan nyata.
Aku rindu toko buku yang membuat kita berebutan buku sambil tertawa riang menertawakan kekananak-kanakkan kita waktu itu.
Aku rindu sudut jalan yang semuanya sudah kita jelajahi.
Aku rindu film horror yang selalu membuatku memelukmu tibatiba dan kamu malah menakut-nakutiku dan diakhiri dengan tangisanku yang bego.
Aku rindu kamu yang mengataiku 'bodoh'.
Aku rindu pesan singkatmu yang tak terduga.
'Jadi aku harus apa?' tanyamu lagi
Entahlah.
Aku sendiri belum tahu harus diapakan rindu yang keras seperti ini.
Sekarang ini aku hanya bisa menerka kemungkinan kemungkinan yang masih rahasia.
Merasakan semua yang ditawarkan semesta lewat berbagai rasa yang belum aku pahami secara utuh.
Berharap berbagi cerita ketika pada akhirnya kita saling menemukan tanpa perlu banyak bicara.
Berharap bisa tibatiba ada tanpa harus daftar terlebih dahulu.
Entahlah!
Tapi yang aku paham
Aku merindukanmu!
No comments:
Post a Comment