Tuesday, August 7, 2012

Alzeimher

" Dear You"
Barangkali ini sudah kesekian kalinya aku terlupa..
dan lagi-lagi sekarang aku terlupa kembali, tentang semua hal
tentang rumah, tentang kenangan masa kecil,
tentang kita..
Bukan mau ku bisa dengan mudah dan begitu saja melupakan semua hal tentang kita,
ada beberapa hal yang tidak juga mudah bisa aku ceritakan dan ku urai walaupun dalam kalimat yang paling sederhana
Tetap sangat sulit dijelaskan meskipun hanya dalam ucapan singkat!
Entahlah..
Mungkin memang usiaku yang semakin lama semakin senja
Atau mungkin memang aku harus menanggung beban sendiri tanpa perlu membuatmu kebingungan..
Mungkin pada akhirnya nanti kamu akan lelah bersamaku yang mudah lupa,
Mungkin pada akhirnya nanti aku benar-benar terlupa dan kamu bisa mengingatkan aku kembali.
Aku membuat satu catatan kecil untuk kamu,
dan kamu bisa memberikannya kepadaku ketika lagi lagi aku terlupa tentang kamu..
Aku membuat catatan ini, karena aku ingin kembali mengingat semua hal tentang kamu..
Ingin juga merasakan kembali ketika lenganmu terlingkar di pundakku,dan kamu berkata "aku akan mengingatkanmu kembali" ketika aku dilanda rasa takut kalau-kalau kenanganku hilang lagi..
Aku ingin meraba lagi debar yang tersamar dijantungku, ketika kamu menceritakan lagi bagaimana kita bersama di satu sore, berjalan-jalan dengan motormu itu, pergi ketempat yang jauh dan aku tidak pernah punya waktu untuk mengingatnya dimana tepatnya tempat itu..
Namun yang sempat aku ingat adalah, ketika bahumu begitu kokoh menahan laju motormu, dan aku mulai mempersempit lingkar lenganku,memelukmu..
mendengar jantungmu yang berdetak lewat pipiku yang tengah menempel ketat diatas bahumu yang paling kanan..
Yang sempat aku ingat adalah betapa tenangnya kita ketika itu, merasakan udara yang menghangat diantara kita, tanpa ada rasa takut dan khawatir kalau aku mudah melupakanmu..
Maafkan aku,
Sekali lagi aku memohon maaf kepadamu kalau aku kembali tidak ingat hari-hari itu.
hari dimana kita sempat bercerita tentang masa depan,menikah,punya anak, dan menua bersama sampai kita mati.
Tapi disela-sela itu semua, aku malah menjadi orang yang pertama yang melupakanmu.
Maafkan aku, ketika aku tahu betapa lelahnya kamu untuk terus bersamaku, menceritakan ulang dan menayangkan kembali rekaman-rekaman ingatan yang mudah menguap dalam otakku.
Aku akan sangat mengerti jika suatu hari nanti kamu terlalu lelah dan ingin berhenti mengingatkanku tentang ruang tengah di otakku yang kadang tiba-tiba kosong dan mengisinya kembali dengan berbagai kenangan yang sempat hilang..
aku sangat mengerti jika kamu ingin berjalan kearah yang berlawanan. jauh dari arah yang sedang aku tuju..
Maafkan aku
Karena aku tidak lagi ingat,kapan kita sempat berkencan.
aku juga tidak lagi ingat kapan kita sempat mononton di bioskop, pertunjukan teater, pertunjukan musik indie yang kita sama-sama sukai, atau makan malam di pinggiran jalan.
Maafkan aku karena aku pun terlupa kapan kita pertama kalinya berciuman, saling melepaskan kerinduan yang lugu berada di dada kita
Maafkan aku karena sering membuatmu bingung
Maafkan aku karena sering membuatmu marah
dan yang paling penting adalah..
Maafkan aku yang sering melupakanmu.
Namun lewat catatan ini aku ingin berkata kepadamu..
Seberapa seringnya aku melupakanmu, tapi hal yang pertama yang ingin aku ingat adalah namamu.
Seberapa pun banyaknya kenangan yang mudah terlewat, hal yang pertama yang ingin ada dalam ruang kenanganku adalah kebersamaan kita..
Dan seberapa seringnya aku kelupaan tentang janji-janji kita di masa depan,
Hal yang pertama yang ingin aku lakukan adalah tetap bersamamu.
Terima kasih kepada kamu.
Karena dengan kesabaranmu,kamu selalu ada disaat-saat aku terlupa mengingatkanku lagi,lagi,dan seterusnya..
Dalam catatanku ini,
meskipun banyak yang sudah ku lupa.. namun aku akan selalu ingat bahwa kamu sudah menggenapkanku..
Terima kasih
Aku mencintaimu
dan kamu sudah mengutuhkanku..

inspired by 'the notebook' movie

No comments:

Post a Comment

Lembayung Laut Biru

                                                          Ada nama yang tidak sekadar dipanggil -- ia diseru. Dipanggil bukan hanya oleh sua...