Tuesday, August 7, 2012

Kepada Dia Yang Dahulu

Pukul 01.30 pagi.
Satu ketika itu juga, saya iseng membuka-buka internet sambil mencari sedikit inspirasi untuk saya jadikan diary tulisan. Hanya sekedar manifesti ingatan untuk nanti saya bisa mengira-ngira kembali apa tepatnya kejadian-kejadian ketika itu. Setidaknya supaya bisa membayangkan kembali monumen ingatan yang sudah terbentuk dengan berbagai pola sederhana tapi bisa dengan gampang kita hadirkan dalam berbagai gaya.Sebuah kegiatan iseng sambil mencari kantuk kira-kira begitu tepatnya.
Kegiatan saya seketika terhenti, waktu tiba disatu halaman web networking yang di dalamnya tertera nama.
Ya,
Ada nama kamu disitu. Juga nama nama lainnya yang tidak saya ketahui. Mungkin teman-temanmu. Dan ada juga nama dia yang kamu sebut sebagai, seseorang yang dahulu.
Dia yang dahulu. mungkin sampai sekarang masih terasa istimewa buat kamu, yang tidak bisa kamu lewati begitu saja dengan mudah.
Dia yang dahulu yang kamu tunggu dari masa ke masa tanpa kenal lelah untuk dia tahu sebanyak rindu yang kamu rasakan ketika itu.
Dia yang dahulu yang sering kamu tujukan berbagai tulisan yang entah dimana akhirnya bermuara.
ahh..
Dia yang dahulu. Yang membuat saya cemburu.
Saya sedang tidak membahas bagaimana dan apa perasaanmu sekarang pada dia yang dahulu.
Namun kali ini saya coba meraba jauh ketempatmu untuk mencuri waktu, semata-mata ingin ikut masuk kedalam mimpimu. Seolah-olah ingin masuk pula kedalam hatimu. Bukan untuk apa-apa hanya sekedar ingin tahu.
Selayaknya hidup yang terus berjalan maju, saya tidak mencoba menghadirkan kembali satu masa yang sudah kamu set berada disitu. Di otakmu.
Dan saya cemburu pada dia yang dahulu.
Karena belakangan ini, kamu rajin membuka kembali satu kotak memori tentang suatu masa yang dalam berbagai kemungkinan ada dia disitu.
Mungkin seperti ketika kamu membicarakan banyak teori, duduk di selasar halte bis atau kereta untuk sampai ke kota-nya, tidak berhenti membicarakan mimpi, tertawa tawa bersama, malam-malam tanpa tidur, saling kirim pesan yang tidak mesra namun terasa.
Bernyanyi dan mendengarkan lagulagu yang bisa kamu ulang hingga hari ini.
kesemuanya bersama dia yang dahulu.
Ah kepada dia yang dahulu, yang mungkin saya tidak akan pernah bisa menggantikan posisinya.
Mungkin saya istimewa saat ini untuk kamu, tapi tidak menutup satu fakta bahwa kamu menginginkan saya bisa seperti dia yang dahulu.
Dia yang dahulu yang kadang kamu rindukan untuk kembali berjalan kebelakang.
Dia yang dahulu yang kamu harapkan untuk terus menerawang ke salahsatu masa dimana kalian tepat berada.
Dia yang dahulu yang sampai sekarang masih bisa kamu cari,dimanapun dia berada lewat fotofoto yang rapi tersimpan sebagai bagian kenangan yang ingin kamu cari kembali lagi dan lagi.
Dia yang dahulu yang ada. dan selalu ada
dan kepada dia yang dahulu
Saya cemburu

No comments:

Post a Comment

Lembayung Laut Biru

                                                          Ada nama yang tidak sekadar dipanggil -- ia diseru. Dipanggil bukan hanya oleh sua...